LOWONGAN KERJA KE SUDAN

LOWONGAN KERJA KE SUDAN

Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat menegaskan, adanya tawaran peluang kerja TKI perawat dan tawaran tenaga di bidang meedis lainnya -- sebagaimana ditawarkan oleh RS Al Sharg Nile, di Khartoum, Sudan, nantinya diharapkan nantinya dapat mengurangi jumlah TKI di sektor pembantu rumah tangga atau penata laksana rumah tangga (PLRT). Dalam catatan Konsuler KBRI Khartoum, di Sudan saat ini terdapat sekitar 250 TKI PLRT. “Adanya pengiriman TKI perawat – dan juga TKI sklilled lainnya ke Sudan – ini tentunya akan mengubah image positif bagi Indonesia,” tegas Jumhur.

Jakarta, BNP2TKI (02/03) – Rumah Sakit (RS) Al Sharg Nile di Khartoum, Sudan, meminta Indonesia segera mengirimkan 120 tenaga kerja Indonesia (TKI) bidang perawat untuk dipekerjakan di rumah sakit tersebut. Dari ke-120 TKI perawat yang dibutuhkan itu, diharapkan dapat diisi 90 persen wanita dengan pendidikan D1 – 3 dan Sarjana Keperawatan.

Demikian disampaikan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh. Jumhur Hidayat, di Jakarta, Rabu (2/3).

“Permintaan TKI Perawat itu disampaikan langsung oleh pimpinan RS Al Sharg Nile saat bertemu Dubes RI di Khartoum, Sudan, Dr. Sujatmoko, dan diteruskan kepada BNP2TKI,” jelas Jumhur.

Ia menyebutkan, RS Al Sharg Nile adalah RS semi pemerintah dengan fasilitas kedokteran bertaraf internasional, dan baru diresmikan pada 2010 lalu. RS ini juga mempekerjakan tenaga kerja kesehatan asing, baik untuk dokter maupun perawatnya.

 

“Pekerja asing di RS Al Sharg kebanyakan dari negara-negara Timur Tengah, Eropa dan Asia khususnya Filipina,” jelas Jumhur.

Menurut Jumhur, kebutuhan 120 TKI perawat yang akan ditempatkan di RS Al Sharg Nile Hospital di Khartoum, Sudan, itu merupakan tahap pertama. Jika permintaan pada tahap ini berhasil dipenuhi, dan pihak RS merasa puas dengan cara kerja TKI perawat ini, maka pada tahap berikutnya akan dilakukan perekrutan terhadap tenaga medis lainnya yang akan ditempatkan pada beberapa rumah sakit di Sudan.

Mengenai fasilitas yang diberikan untuk TKI Perawat yang berminat mengisi kesempatan bekerja di Sudan, menurut Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat, mereka akan diberikan fasilitas tinggal di asrama, makan 3 kali sehari, dan jaminan uang lembur bagi setiap perawat.

“Adapun gaji yang ditawarkan untuk pekerjaan TKI Perawat berkisar antara 400 dollar AS – 850 dollar AS per bulan,” tambahnya.

Diakui Jumhur, sampai sejauh ini belum ada kerjasama (Memorandum of Understanding) bidang keperawatan antara Sudan dan Indonesia. Namun ia menegaskan, peluang tersebut akan disamfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Kita juga sedang merintis adanya MoU dengan pihak-pihak terkait di Sudan,” katanya.

Jumhur menegaskan, adanya tawaran peluang kerja TKI perawat dan tawaran tenaga di bidang meedis lainnya — sebagaimana ditawarkan oleh RS Al Sharg Nile, di Khartoum, Sudan, nantinya diharapkan nantinya dapat mengurangi jumlah TKI di sektor pembantu rumah tangga atau penata laksana rumah tangga (PLRT).

Dalam catatan Konsuler KBRI Khartoum, di Sudan saat ini terdapat sekitar 250 TKI PLRT. “Adanya pengiriman TKI perawat – dan juga TKI sklilled lainnya ke Sudan – ini tentunya akan mengubah image positif bagi Indonesia,” tegas Jumhur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s