TES BAHASA CTKI kOREA

tes bahasa korea

Pada kesempatan itu, Kepala BNP2TKI mengusulkan agar biaya tes yang selama ini 4 dolar AS per kepala bisa ditingkatkan menjadi 8,4 dolar AS. Alasan kenaikan itu dikarenakan posisi wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan sehingg biaya itu dirasakan sangat minim. Jadi dengan kenaikan biaya diharapkan ke depan kualitas pelaksanaan tes akan lebih baik lagi. Pernyataan Kepala BNP2TKI itu mendapat dukungan dari Rektor Universitas Pancasila, DR Ediatut Hendratmo, yang kampusnya sudah 3 kali ikut menyelenggarakan tes EPS KLT.

Pantau Seleksi Tes Bahasa Calon TKI

Jakarta, BNP2TKI (12/12)- Anggota Parlemen Korea dari Partai yang sedang berkuasa, Hannara, Yu Wan Young melakukan inspeksi mendadak terhadap pelaksanaan seleksi tes bahasa Korea yang dilaksanakan di Universitas Pancasila, Jakarta pada Ahad (12/12) pagi.

Kunjungan mendadak Yi itu didampingi oleh Wakil Human Resources Development Service of Korea (HRDS), Kim Nam Il serta pejabat lainnya dari Kedutaan Korea.

“Kami datang atas nama pemerintah untuk melihat sejauh mana test EPS KLT ini berlangsung dengan adil dan aman, serta apakah biaya yang diterapkan sesuai dengan kesepakatan kedua negara ,” ujar Yi ketika berdialog dengan Kepala BNP2TKI, Moh Jumhur Hidayat, pejabat BNP2TKI, Rektor dan civitas akademis di ruang Rektorat Kampus UP.

Menurut Yi, selain memonitor pelaksanaan tes dia datang untuk berdialog dengan teman-teman di Indonesia, untuk mencari masukan dan evaluasi penempatan TKI Korea yang sudah berlangsung sejak 2004 ini melalui kerjasama penempatan antar pemerintah (government to government).

“Kami juga sedang memantau apakah perlu perbaikan sistem penempatan TKI ke Korea ini, “ tambah Yi yang sudah berdinas di bidang ketenagakerjaan selama 25 tahun ini.

Dengan adanya masukan ini, lanjut Yu, diharapan akan ada perbaikan dan peningkatkan jumlah pengiriman TKI ke Korea.

Pada kesempatan itu, Kepala BNP2TKI mengusulkan agar biaya tes yang selama ini 4 dolar AS per kepala bisa ditingkatkan menjadi 8,4 dolar AS.

Alasan kenaikan itu dikarenakan posisi wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan sehingg biaya itu dirasakan sangat minim. Jadi dengan kenaikan biaya diharapkan ke depan kualitas pelaksanaan tes akan lebih baik lagi.

Pernyataan Kepala BNP2TKI itu mendapat dukungan dari Rektor Universitas Pancasila, DR Ediatut Hendratmo, yang kampusnya sudah 3 kali ikut menyelenggarakan tes EPS KLT.

“Kami mendukung usulan Kepala BNP2TKI agar ada kenaikan beaya dalam pelaksanaan test di Indonesia,” katanya.

Menjawab permintaan Kepala BNP2TKI soal usulan kenaikan biaya, Yi mengatakan ia belum bisa menjawab soal ini. “Kami belum bisa janji saat ini soal usulan kenaikan biaya,” paparnya.

Menurutnya, soal kenaikan biaya ini akan dibicarakan lebih lanjut dengan pemerintah Korea setelah kembali dari Indonesia.

Menjawab pertanyaan wartawan, Kepala BNP2TKI mengatakan perang di Semanajung Korea belum berdampak pada keamanan TKI. “Kami selalu memonitor baik dengan Kementerian Luar Negeri maupun dengan pemerintah Korea,” papar Jumhur.

Kemlu, kata Jumhur sudah mempunyai Sistem dan Prosedur (SOP) terkait keamanan nasib TKI kita di Korea jika perang sudah mengancam keberadaan TKI di sana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s