BAHASA BUKAN KENDALA UNTUK KE JEPANG

BAHASA JEPANG

Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat yang didampingi Direktur Penempatan Pemerintahan BNP2TKI Haposan Saragih menjelaskan, program G to G TKI bidang perawat dengan pemerintah Jepang merupakan program yang pertamakali dilakukan kedua negara. Sejak tahun 2008 sampai 2009, BNP2TKI sudah mengirimkan 570 TKI untuk bekerja di Jepang.

Jumhur: Bahasa Jangan Jadi Kendala TKI ke Jepang

Jakarta, BNP2TKI (5/4) — Perkembangan kebutuhan tenaga kerja Indonesia (TKI) bidang perawat oleh pemerintah Jepang yang diwujudkan dalam bentuk program government to government (G to G) cukup signifikan. Persyaratan Bahasa Kanji atau Bahasa Jepang diharapkan tidak menjadi kendala pokok bagi calon TKI yang akan bekerja di Jepang.

Harapan tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat, di ruang kerjanya Senin (5/4), saat menerima Kepala Biro Harian Yomuri Shimbun untuk Indonesia, Hideaki Hayashi, dan wartawannya, Indah Sari N.

Jumhur Hidayat yang didampingi Direktur Penempatan Pemerintahan BNP2TKI Haposan Saragih menjelaskan, program G to G TKI bidang perawat dengan pemerintah Jepang merupakan program yang pertamakali dilakukan kedua negara. Sejak tahun 2008 sampai 2009, BNP2TKI sudah mengirimkan 570 TKI untuk bekerja di Jepang.

Menurut Jumhur, dari sisi skill bidang keperawatan, TKI cukup diminati pemerintah Jepang. Namun, faktor Bahasa Kanji atau Bahasa Jepang masih menjadi kendala kalangan TKI yang kesulitan mempelajari Bahasa Kanji dengan ekstra serius.

“Bahasa Kanji itu memiliki ribuan karakter yang membutuhkan keseriusan mempelajarinya. Namun kami berharap masalah bahasa ini jangan sampai menjadi kendala bagi TKI yang bekerja di Jepang. Sebab dari sisi keperawatan, skill yang dimiliki TKI cukup bisa diandalkan,” katanya.

Akan tetapi, bagaimana sekiranya pemerintah Jepang tetap tidak berkenan meregulasi persyaratan soal bahasa itu? “Tidak ada masalah, baik-baik saja. Tetapi harapan kami, dari persyaratan tersebut termasuk bahasa di dalamnya, 75% TKI sudah bisa lolos,” tutur Jumhur menjawab pertanyaan kedua wartawan Jepang itu.

Jumhur menambahkan, untuk TKI bidang perawat ini, pihaknya sekarang juga sedang mewacanakan program G to G dengan pemerintah Belanda, Kanada, Australia, dan beberapa negara lainnya. Program G to G yang sekarang sudah berlangsung, selain dengan pemerintah Jepang, juga dengan pemerintah Korea Selatan pada bidang yang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s