BNP2TKI Jajaki Penempatan TKI Skill Non G to G ke Korea

bursa kerja

Khusus tahun 2010, Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah, DR Haposan Saragih mencatat umumnya sektor-sektor pekerjaan yang dipilih calon TKI didominasi sektor manufacture 4.250 orang, konstruksi 709 orang, pertanian 939 orang, perikanan 919 orang, dan sektor jasa 427 orang.

Jakarta, BNP2TKI (22/3) – Sebagai negara tercepat dalam pemulihan krisis ekonomi global, Korea Selatan membutuhkan banyak tenaga kerja asing (TKA) untuk menggerakkan industrinya kembali. Mengantisipasi akan kebutuhan TKA itu, melalui pertemuan Joint Task Force Republic of Indonesia-The Republic of Korea (JTF RI-RoK) ke-2 di Seoul, BNP2TKI menargetkan penempatan TKI di luar mekanisme penempatan pemerintah yang sudah adal dengan pihak Korea selama ini (G to G).

”Kunjungan kami ke Korea dalam rangka mendampingi Menko Perekonomian dalam pertemuan KTF RI-ROK 25-26 Maret ini dan target perluasan penempatan TKI baru,” ujar Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah, DR Haposan Saragih, Selasa (22/3).

Menurut Haposan pertemuan JTF RI-ROK dimaksudkan untuk lebih meningkatkan hubungan saling menguntungkan bagi kedua negara khususnya kerjasama bidang ekonomi dan investasi. Selain itu, pertemuan JTF RI-ROK juga memberikan manfaat yang cukup besar bagi Indonesia antara lain untuk capacity building, transfer of technology dan diperolehnya technical assistance dan Pemerintah Korea.

Pertemuan JTF RI-ROK yang berlangsung di LotteHotel, Seoul ini melibatkan banyak kementrian pemerintah di bawah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kementrian terkait, BKPM dan KADIN.Termasuk di dalamnya peserta dari kalangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Kodja, yang bergerak di industri perkapalan, Bina Marga, BPPT dan BNP2TKI.

Pada forum JTF RI-ROK, kata Haposan, BNP2TKI masuk dalam Kelompok Kerja Perdagangan dan Investasi. Dalam gugus grup ini, BNP2TKI mengharapkan ada peningkatan penempatan TKI di luar penempatan pemerintah (G to G), khususnya untuk sektor perkapalan dan pelabuhan.

Haposan mengungkapkan selama ini sudah ada 2 (dua) Nota Kesepahaman (MoU) bidang investasi antara Kementrian Perindustrian dengan Korean Trade-Investment Promotion Agency (KOTRA) mengenai shipbuilding (pembangunan industri perkapalan). Kedua, MoU antar BUMN Kodja Bahari dengan DSME (Daewoo) dan Samsung mengenai fasilitas transportasi laut dan fasilitas galangan kapal.

”Kami berharap dari pertemuan JTF RI-ROK ini akan ada permintaan signifikan untuk TKI sektor perkapalan dan kelautan,” tukas Haposan.

Data penempatan TKI ke Korea mulai tahun 2004-2010 berjumlah 24.693 orang TKI. Dari jumlah itu pemberangkatan berjumlah 20.046 orang dan reentry 4.647 orang.

Khusus tahun 2010, Haposan mencatat umumnya sektor-sektor pekerjaan yang dipilih calon TKI didominasi sektor manufacture 4.250 orang, konstruksi 709 orang, pertanian 939 orang, perikanan 919 orang, dan sektor jasa 427 orang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s