SEKTOR KERJA DI KOREA

KERJA KE KOREA

...bila permintaannya ini dapat dikabulkan oleh HRD Kementerian Tenaga Kerja Korea, kata Haposan, tentunya akan berpengaruh pula terhadap kuota bagi TKI. Pada 2010 ini, Pemerintah Korea telah memberikan kuota sebanyak 7.000 untuk TKI. Padahal, sebagaimana yang diharapkan oleh Kepala BNP2TKI, Moh Jumhur Hidayat, kuota TKI Korea bila memungkinkan bisa ditambah menjadi 9.000 orang. Pada saat ini, TKI formal yang bekerja di Korea sejak pertamakali dilakukan penandatanganan MoU antara pemerintah Indonesia dan Korea tahun 2006, jumlahnya mencapai kurang lebih 30.000 orang.

BNP2TKI Berharap Pengiriman TKI ke Korea di Luar Visa E-9

Jakarta, BNP2TKI (14/10) — Pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) formal ke Korea diharapkan bisa di luar kategori Visa kerja E-9. Soalnya, TKI yang menggunakan Visa kerja E-9 ke Korea, seperti yang lazim terjadi selama ini, adalah kategori TKI formal yang low skill (ketrampilan rendah).

Demikian disampaikan Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI, Dr Ir Haposan Saragih MAgr, di Jakarta, Jumat (15/10), menanggapi ditandatanganinya perpanjangan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Penempatan dan Perlindungan TKI ke Korea melalui Employment Permit System (EPS).

“Kami berharap kepada Pemerintah Korea agar bisa memberlakukan Visa kerja bagi TKI diluar kategori Visa kerja E-9,” kata Haposan.

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Kementerian Tenaga Kerja kedua negara (Indonesia – Korea) di sela-sela ajang “Korea Job Festival” di Jakarta, Kamis (14/10). MoU bari ini berlaku sejak 14 Oktober 2010 sampai dengan 14 Oktober 2012.

“Ini perpanjangan MoU yang ketiga kalinya sejak 2006. Poin terpenting adalah MoU itu dikonsentrasikan pada penempatan TKI yang tetap dilaksanakan dalam koridor kerjasama antar pemerintah (government to government/G to G), dalam hal ini adalah BNP2TKI dengan Human Resource and Development (HRD) of Korea,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), Besar Setyoko.

Menurut Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI, Haposan Saragih, penerapan Visa kerja E-9 seperti lazim terjadi selama ini berlaku bagi TKI formal yang bekerja di Korea berlaku pada lima sektor, yaitu: manufacture, konstruksi, agriculture (pertanian), perikanan, dan servis jasa.

Padahal, kata Haposan, skill TKI formal kita sangat berpeluang yang tidak hanya sebatas pada kelima sektor tersebut. “Kami (BNP2TKI) telah berupaya melalui HRD Kementerian Tenaga Kerja Korea, agar bisa diberlakukan selain Visa kerja E-9 untuk TKI nantinya,” kata dia penuh harap.

Pada kelima sektor kerja untuk TKI di Korea saat ini, sebut Haposan, ada 34 bidang atau jenis pekerjaan. Di antaranya, sektor manufacture ada 22 bidang pekerjaan, sektor konstruksi ada 6 bidang pekerjaan, sektor pertanian ada 3 bidang pekerjaan, sektor perikanan ada 3 bidang pekerjaan, dan sektor servis jasa ada 3 bidang pekerjaan.

Haposan menambahkan, diperjuangkannya TKI yang bekerja di Korea diluar visa kerja E-9 ini, mengingat skill TKI formal kita memiliki peluang diluar kategori visa kerja E-9 seperti yang lazim digunakan selama ini.

Bila permintaannya ini dapat dikabulkan oleh HRD Kementerian Tenaga Kerja Korea, kata Haposan, tentunya akan berpengaruh pula terhadap kuota bagi TKI.

Pada 2010 ini, Pemerintah Korea telah memberikan kuota sebanyak 7.000 untuk TKI. Padahal, sebagaimana yang diharapkan oleh Kepala BNP2TKI, Ir Moh Jumhur Hidayat, kuota TKI Korea bila memungkinkan bisa ditambah menjadi 9.000 orang.

Pada saat ini, TKI formal yang bekerja di Korea sejak pertamakali dilakukan penandatanganan MoU antara pemerintah Indonesia dan Korea tahun 2006, jumlahnya mencapai kurang lebih 30.000 orang.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s